.: MIG33PENAJAM.TK :.

Forum Komunitas Mig33 Penajam Paser Utara
 
IndeksPortalFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Pengenalan TCP/IP

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
boystars
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR


Male
Jumlah posting : 526
Lokasi : Penajam Kota tercinta. Petung Desa damai nan permai
Nick mig : boystars, dai4,ocal
Room : Masih sekitar Indonesia juga Very Happy

PostSubyek: Pengenalan TCP/IP   Sun 10 May 2009 - 20:08

oleh Jean Piere NS.

TCP/IP merupakan protokol jaringan komputer terbuka dan bisa terhubung
dengan berbagai jenis perangkat keras dan lunak. TCP terdiri beberapa
layer atau lapisan yang memiliki fungsi tertentu dalam komunikasi data.
Setiap fungsi dari layer selain dapat bekerjasama dengan layer pada
tingkat lebih rendah atau lebih tinggi, juga bisa berkomunikasi dengan
layer sejenis pada remote host (peering). IP adalah jantung TCP/IP
memiki peran sebagai pembawa data yang independen. Semua dokumen TCP/IP
dalam bentuk public document IEN dan RFC. IP dibagi atas kelas network
A,B, dan C. Sedangkan kelas D untuk keperluan reverse IP yang boleh
diabaikan. IP ditulis dalam bilangan desimal dari 0 sampai 255. Data
yang mengalir antar layer atau antar host dienkapsulasi dan diberi
header agar tiap layer bisa memprosesnya. Sebuah host tidak tahu alamat
IP gateway di network lain, tetapi data mengalir ke host tujuan di
network lain melalui gateway networknya setelah diberi penentuan ruting
alamat IP.



Pendahuluan

Adanya sistem komputer UNIX telah memberi manfaat kepada banyak orang
seperti dari kalangan engineer, pendidik, ilmuwan, dan kalangan bisnis
dan memberikan peluang karir kedua sebagai administrator sistem UNIX,
dan jaringan komputer ini memberikan peluang adanya karir sebagai
administrator jaringan.

Administrator jaringan komputer dan administrator sistem (server)
adalah dua pekerjaan yang berbeda. Seorang administrator sistem
bertugas melakukan pekerjaan seperti menambah user, mengerjakan backup
file data, dan pekerjaan akuntingnya terbatas dalam satu jaringan
komputer tersendiri. Sedangkan seorang administrator jaringan komputer
(network administrator) melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan
banyak jaringan komputer server. Pekerjaan seorang administrator
jaringan baik atau buruk akan dirasakan oleh banyak user dari jaringan
jaringan komputer dibawahnya. Seorang administrator jaringan kompuer
memberikan banyak manfaat kepada setiap orang didalam jaringan-jaringan
komputer didalamnya.

TCP/IP adalah salah satu perangkat lunak jaringan komputer (networking
software) yang terdapat dalam sistem UNIX, dan dipergunakan dalam
banyak komunikasi data UNIX dalam local area network (LAN) maupun
Internet.

TCP singkatan dari transfer control protocol dan IP singkatan dari
Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama karena fungsinya selalu
bergandengan satu sama lain dalam komunikasi data. TCP/IP saat ini
dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung
ke Internet, karena memiliki sifat:

1. Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan
dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena
itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga
TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk
begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam
merk sehingga walau anda memakai perangkat keras dan perangkat lunak
komputer yang berlainan dengan teman anda pada jaringan komputer
berbeda, anda dan teman anda dapat bermkomunikasi data melalui Internet.
2. Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini
memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP
bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah token ring, sebuah
saluran dial-up, sebua X-25 dan secara vitrual melalui berbagai media
fisik transmisi data.
3. Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai
TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer
lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.
4. Protokol ini distandarisasi dengan skala tinggi secara konsisten,
dan bisa memberikan servis kepada user-user di dunia.

Standar Protokol

Protokol merupakan karakter hukum formal. Dalam hubungan internasional,
protokol mengurangi masalah yang disebabkan oleh adanya perbedaan
kultur pada saat berbagai bangsa bekerja sama. Pada saat dilakukan
persetujuan atas hukum hukum ini, semua pihak mengetahui dan hukum itu
dibuat tidak atas dasar kepentingan sebuah bangsa saja. Protokol
diplomatik mengurangi terjadinya kasus kesalahpahaman, setiap orang
mengetahui bagaimana melakukannya dan bagaimana menterjemahkan protokol
itu untuk berinteraksi dengan bangsa lain. Keadaan seperti ini
diterapkan dalam komunikasi data jaringan komputer juga sehingga pada
prakteknya diperlukan hukum komunikasi data yang dapat diterima oleh
berbagai jenis komputer yang mempergunakan beragam sistem operasi
maupun aplikasinya.

Dalam komunikasi data hukum untuk penyelenggaraan komunikasi data yang
telah ditentukan disebut protokol (protocol). Dalam sebuah jaringan
komputer yang homogen, biasanya pihak penjual (vendor) komputer akan
menentukan satu jenis sistem operasinya dan satu jenis komputernya agar
jaringan komputer itu bisa bekerja optimal. Tetapi pada jaringan
komputer homogen ini sama halnya dengan sebuah bangsa yang hanya dihuni
oleh bang itu sendiri didalamnya. TCP/IP sebagai sebuah protokol
independen dan umum memungkinkan adanya komunikasi data antar jaringan
komputer yang heterogen yang memakai beragam komputer dg arsitektur
berbeda berikut sistem operasinya yang berbeda.

TCP/IP sebagai protokol terbuka (umum) memerlukan dokumen standar yang
bisa dibaca oleh siapa saja. Semua protokol TCP/IP memiliki dokumen
yang dibuat dalam tiga macam publikasi Standar Internet. Salah satunya
diadopsi sebagai Military Standard (MIL.STD). Lainnya dipublikasikan
dalam Interne Engineering Notes (IEN), saat ini publikasi dari IEN
begitu banyak. Namun kebanyakan informasi protokol TCP/IP
dipublikasikan dalam Request for Comments (RFC). RFC berisi versi
terbaru dari semua spesifikasi standar protokol TCP/IP. RFC amat
berguna bagi seorang administrator jaringan komputer dan berisi banyak
panduan yang berguna. Isi lain RFC berupa informasi terminologi
komunikasi data.

Model Komunikasi Data

Sebuah arsitektur model komunikasi data (disebut Open System
Interconnect atau OSI Refference Model) telah dibuat oleh International
Standards Organization (ISO) yang ditujukan untuk menemukan struktur
dan fungsi ptotokol komunikasi data.

Model OSI berisi tujuh lapis (layer) yang menentukan fungsi protokol
komunikasi data. Setiap lapis yang ada dalam model OSI memiliki fungsi
dalam kominikasu data didalam jaringan komputer. Lapisan model protokol
komunikasi data secara sederhana digambarkan berikut ini :

^

! 7. Lapisan aplikasi, terdiri dari program aplikasi yang memakai jaringan komputer

! 6. Lapisan presentasi, membuat data standar yang akan dipresentasikan ke program aplikasi

! 5. Lapisan sesi, mengatur sesi antara apalikasi

! 4. Lapisan pengiriman, melakukan deteksi eror dan koreksinya diantara dua komputer (end-to-end)

! 3. Lapisan jaringan (network layer), mengatur sambungan menyebrangi jaringan komputer bagi

! lapisan atasnya

! 2. Lapisan sambungan data, membuat sambungan data yang baik melalui fisik jaringan komputer

! 1. Lapisan fisik, memberikan karakteristik fisik media jaringan komputer

Setiap protokol diatas berkomunikasi dengan peer-nya masing masing.
Sebuah peer adalah merupakan sebuah kondisi dimana ada penerapan
protokol yang sama diantara dua sistem. Misalnya local file transfer
protocol adalah peer bagi file transfer protocol.

Komunikasi di tingkat peer ini perlu distandarisasi agar komunikasi
bisa berjalan baik. Secara abstrak, setiap protokol hanya berkomunikasi
dengan peer-nya, tidak perduli berada di lapisan atas atau bawahnya.

Namun perlu juga persetujuan (agreement) tentang bagaimana melalukan
data diantara lapisan itu dalam sebuah sistem tunggal, sebab setiap
lappisan berperan dalam pengiriman data dari aplikasi lokal ke
apalikasi sejenis di dalam komputer yang jauh (remote application).
Data yang akan dikirimkan dari lapisan aplikasi dibawa ke lapisan di
bawahnya kemudian dibawa melalui kabel data dalam jaringan komputer.
Disini data didorong melalui lapisan lapisan itu (stack) dari lapisan
atas sampai lapisan bawah sehingga data selanjutnya terkirim oleh
protokol lapisan fisik, ke komputer lain yang berjauhan melalui
jaringan komputer. Dalam komputer yang jauh itu, data diterima oleh
protokol lapisan fisik, kemudian didorong naik ke lapisan nomor 7 yaitu
lapisan aplikasi. Barulah data yang diterima itu ditampilkan oleh
program aplikasi, ke layar monitor dan bisa dilihat, dibaca atau
didengarkan oleh user komputer itu.

Arsitektur Protokol TCP/IP

Karena belum ada standarisasi model OSI, maka TCP/IP yang berkembang
kemudian adalah berupa protokol dengan tiga sampai lima lapis fungsi
saja. Berikut contoh arsitektur protokol TCP/IP empat lapis :

^

! 4. Lapisan aplikasi, terdiri dari aplikasi dan proses yang memakai jaringan

! 3. Lapisan transportasi data host ke host, membuat servis pengiriman data antar komputer (end-to

! end)

! 2. Lapisan Internet, menentukan datagram dan pengatur (handle) ruting data

! 1. Lapisan Akses Jaringan (network access layer), terdiri dari ruting untuk mengakses jaringan fisik

!

Seperti model OSI, pada proses pengiriman data, data dalam sebuah
komputer akan didorong melalui lapisan-lapisan itu (stack) dari lapisan
aplikasi sampai lapisan akses jaringan sehingga terkirim melalui sarana
komunikasi data dan diterima oleh komputer yang jauh. Oleh komputer
yang jauh, data diterima dan kemudian didorong dari lapisan akses
jaringan ke lapisan aplikasi. Setelah diterima oleh lapisan aplikasi
barulah data bisa ditampilkan di layar monitor untuk diakses oleh
usernya.

Dalam setiap layer diatas, ditambahkan informasi kontrol untuk
memastikan pengiriman/penerimaan data berjalan baik. Infomasi kontorl
ini disebut sebuah header, sebab ini dtempatkan didepan data yang
dikirimkan. Pada setiap lapisan itu, setiap header akan selalu
ditempatkan dibagian depan data. Penambahan informasi terhadap data
pada proses pengiriman/penerimaan data ini disebut encapsulasi
(encapsulation).

Struktur data yang melalui lapisan protokol TCP/IP diatas bisa digambarkan dalam contoh ini :
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.mig33penajam.tk, www.rikie.co.cc
boystars
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR


Male
Jumlah posting : 526
Lokasi : Penajam Kota tercinta. Petung Desa damai nan permai
Nick mig : boystars, dai4,ocal
Room : Masih sekitar Indonesia juga Very Happy

PostSubyek: Re: Pengenalan TCP/IP   Sun 10 May 2009 - 20:08

Lapisan Aplikasi TCP [stream] UDP [message]

-----------------------------------------------!--------------------------------------!-------

v v

Lapisan Transpor [segment] [packet]

-----------------------------------------------!--------------------------------------!-------

v v

Lapisan Internet [datagram] [datagram]

-----------------------------------------------!--------------------------------------!-------

v v

Lapisan Akses Network [frame] [frame]

Pada gambar ini aplikasi mempergunakan TCP adalah data stream,
sedangkan aplikasi memakai UDP (Using Datagram Protocol) berupa data
message. Pada lapisan transpor, TCP menyebut data sebagai segment.
Sedangkan UDP menyebut data sebagai packet. Di lapisan Internet, semua
data dilihat sebagai blok data yang disebut datagram. Kemudian pada
lapisan akses jaringan setiap potongan data yang dikirim disebut frame.

TCP/IP memakai banyak cara ketika mengirimkan data ke tiap lapisan.
Setiap cara juga akan memberikan nama data yang akan dikirim jadi
berbeda. Banyak jaringan komputer yang mendasarkan pengiriman datanya
kepada data sebagai packet atau frame. Dalam contoh diatas dipilih data
yang dikirim adalah data frame.

Lapisan Akses Network

Lapisan ini merupakan lapisan terendah dalam protokol TCP/IP. Protokol
dalam lapisan ini memungkin sistem untuk melakukan
pengiriman/penerimaan (delivery) data ke atau dari perangkat lainnya
yang tersambung ke jaringan komputer. Dengan adanya protokol dalam
lapisan ini maka sebuah datagram IP bisa dikirimkan lewat jaringan
komputer. Protokol di lapisan ini harus mengenali sekali jaringan
komputernya (seperti struktur packet datanya, alamatnya dll) agar
format data bisa terjaga dan disesuaikan dengan kondisi jaringan
komputer. Lapisan Akses Network (netwok access layer) merupakan
pengganti dari tiga lapisan dalam model OSI yaitu lapisan network, data
link dan fisik.

Lapisan ini selalu dilupakan user. Desain TCP/IP menyembunyikan fungsi
yang ada pada lapisan terbawah, dan protokol yang diketahui umumnya
(IP, TCP, UDP dll) selalu berada pada level protokol yang lebih tinggi.
Setiap ada produk perangkat jaringan yang baru dari pabrik, maka
lapisan akses network (network access protokol) selalu diperbaharui /
dikembangkan, sehingga jaringan komputer TCP/IP akan selalu memakai
perangkat keras baru tersebut.

Pada lapisan akses network ini terjadi encapsulasi datagram IP menjadi
sebuah frame yang akan dikirimkan ke jaringan komputer dan memetakan
alamat IP ke alamat fisik yang dipakai dalam jaringan komputer.

Protokol pada lapisan akses network ini sudah didokumentasikan dalam
RFC 826 ( Address Resolution Protocol/ARP) dan RFC 894 (A Standard for
the Transmission of IP Datagram over Ethernet Network).

Dalam sistem operasi UNIX, protokol lapisan ini selalu dikombinasikan
dengan perangkat lunak pengendali (driver) perangkat keras (device) dan
program yang terkait. Modul yang mengidentifikasikan nama perangkat
keras jaringan komputer biasanya diencapsulasi dan mengirimkan data ke
jaringan, sedangkan program terpisah menjalankan fungsi fungsi seperti
pemetaan alamat (mapping address).

Lapisan Internet

Lapisan ini berada diatas lapisan akses network dalam struktur hirarki
protokol. Protokol Internet (dalam RFC 791) disebutkan sebagai jantung
TCP/IP dan memiliki peran penting dalam lapisan Internet. IP membuat
packet dasar untuk servis pengiriman data (delivery). Semua protokol
pada lapisan diatas dan dibawah IP, memakai protokol Internet untuk
pengiriman datanya. Semua data TCP/IP mengalir melalui IP, yang datang
dan yang pergi, tergantung tujuannya masing masing.

Protokol Internet (Internet Protokol, IP)

IP adalah bangunan blok Internet. Fungsinya yaitu :

1. Menentukan datagram, yang merupakan unit dasar transmisi data di Internet

2. Menentukan skema pengalamatan Internet

3. Memindahkan data diantara lapisan akses network dan lapisan transpor host ke host.

4. Melalukan ruting datagram ke host jauh (remote host)

5. Membuat fragmentasi (pemecahan data menjadi serpihan data) dan menyatukan ulang

datagram

Karakteristik IP :

1. Merupakan protokol yang tidak harus tersambung (connectionless
protocol). Artinya IP tidak mengontrol pertukaran informasi (biasa
disebut sebagai handshake) dalam menyelenggarakan sambungan antar
komputer sebelum ada komunikasi data. Sebaliknya pada protokol yang
berorientasi pada sambungan (connection oriented protocol) akan
mengontrol informasi pertukaran data dengan sistem yang berjauhan
(remote system) untuk memverifikasi apakah itu sudah siap menerima data
sebelum data dikirim kepadanya. Pada saat sambungan terhubung dengan
baik, sistem akan memberi kabar bahwa sambungan sudah terjadi.
2. IP tidak memberikan pengecekan eror dan perbaikan eror ke lapisan
lainnya, karena itu IP juga disebut sebagai protokol yang tidak baik
(unreliable protocol). Tapi bukan berarti IP tidak bisa merupakan
protokol seperti itu. IP dapat menyelenggarakan pengiriman data dengan
akurat ke dalam jaringan, tetapi IP tidak dapat memastikan apakah data
itu sudah diterima dengan baik atau tidak. Untuk keperluan ini
dilakukan oleh protokol pada lapisan lainnya.

Format Protokol Internet

Sebuah alamat IP berisi satu bagian network dan satu bagian host,
tetapi formatnya tidak sama pada setiao alamat IP. Sejumlah bit alamat
dipakai disini untuk mengidentifikasi network, dan angka dipakai untuk
mengidentifikasi host, dan beragam kelas alamat IP. Ada tiga kelas
utama alamat IP yaitu kelas A, B dan C.

Ketentuan kelas alamat IP :

1. Jika bit pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini
menunjukan network kelas A. Tujuh bit berikutnya menunjukan identitas
network, dan 24 bit terakhir menunjukan identitas host. Ada 128 buah
network kelas , tapi didalam setiap kelas A bisa terdapat jutaan host.
2. Jika bit pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan
alamat IP network kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit
berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya
untuk host. Ada ribuan angka network kelas B dan setiap kelas B dapat
berisi ribuan host.
3. Jika bit pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan
alamat IP kelas C. Tiga bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit
berikutnya sebagai alamat network, dan 8 bit selanjutnya merupakan
identitas host. Ada jutaan network kelas C, dan didalam tiap kelas C
ada 254 host.
4. Jika tiga bit pertama dari alamat IP adalah 111, ini merupakan
alamat reserved khhusus. Disebut juga sebagai alamat kelas D, namun itu
tidak mewakili network tertentu. Angka alamat disini saat ini umumnya
diperguhakan sebagai alamat IP multicast. Alamat multicast dipakai
untuk alamat semua grup komputer pada satu waktu.Alamat multicast
mengindentifikasikan sebuah grup komputer yang melakukan sharing
protokol umum sebagai lawan dari grup komputer yang melakukan sharing
nework.

Tampaknya seperti rumit, tetapi karena adanya penulisan alamat IP
memakai bilangan desimal (0-255), maka keruwetan itu tidak terlihat.
Secara sederhana bisa dilihat ketentuan pemisahan kelas network seperti
berikut ini

1. Kurang dari 128 adalah alamat kelas , byte pertama adalah bilangan network, tiga byte berikutnya adalah alamat host.
2. Dari 128 sampai 191 adalah alamat kelas B, dua byte pertama sebagai
alamat network, dan dua byte terakhir sebagai alamat host.
3. Dari 192 sampai 223 adalah alamat kelas C, tiga byte pertama sebagai
alamat network, dan byte terakhir sebagai alamat host.
4. Lebih besar dari 223 adalah alamat reserved dan bisa kita abaikan (tidak dipergunakan).

Contoh :

1. Sebuah network memiliki alamat IP 026.104.0.19. Ini bisa
ditulis juga dg 26.104.0.19. menjelaskan adanya host dengan alamat IP
nomor 104.0.19 dalam network 26 yang termasuk kelas A.
2. Alamat IP 128.66.12.1. menunjukan alamat IP host 12.1 didalam network nomor 128.66 yang termasuk kelas B.
3.

Alamat IP 167.205.23.14 menunjukan alamat IP host nomor 23.14 didalam network nomor 167.205 yang termasuk dalam kelas B.

Datagram

Protokol TCP/IP dibuat untuk mengirimkan data melalui ARPANET, yang
merupakan sebuah saklar paket network. Sebuah packet adalah sebuah blok
data yang didalamnya ada informasi yang harus dikirim atau diterima.
Dalam kehidupan sehari hari, ini sama dengan sebuah surat yang dikirim
via pos, dimana alamat harus dituliskan diatas amplop. Sebuah saklar
paket network, memakai alamat informasi didalam paket itu untuk
mengarahkan paket dari satu fisik jaringan komputer ke jaringan
lainnya, memindahkan nya sesuai dengan tujuannya. Setiap paket melalui
jaringan komputer secara independen, satu paket dan paket lainnya tidak
berhubungan.

Datagram adalah format paket yang ditentukan oleh IP. Alamat tujuan
merupakan alamat IP 32 bit standar yang mengidentifikasi network tujuan
an host tertentu disana. Jika alamat tujuan adalah alamat sebuah host
dalam jaringan komputer lokal, paket dikirim secara langsung ke tujuan.
Jika alamat tujuan bukanlah host dalam jaringan komputer lokal, maka
paket data akan dikirim melalui sebuah gateway. Gateway adalah
perangkat keras yang mengarahkan paket data diantara fisik jaringan
komputer yang berbeda. Langkah memilih gateway yang mana yang akan
dipergunakan disebut membuat ruting. IP membuat ruting sendiri untuk
setiap paket data.

Datagram Ruting

Sebuah gateway Internet umumnya berupa sebuah ruter IP sebab perangkat
ini memakai Interent Protokol untuk melalukan paket data diantara
jaringan komputer. Dulu dikenal dua jenis perangkat untuk jaringan
komputer yaitu gateway dan host. gateway meneruskan paket data diantara
jaringan komputer dan host tidak melakukannya. Namun, jika sebuah host
tersambung ke lebih dari satu buah jaringan komputer (disebut
multihomed host), itu dapat meneruskan paket data diantara jaringan
komputer. Pada saat host seperti ini mulai meneruskan paket data, host
itu berperan seperti sebuah gateway dan terlihat sebagai sebuah
gateway. Terminologi komunikasi data saat ini kadang kadang membuat
pembatasan antara gateway dan router, namun dalam uraian ini
dipergunakan terminologi gateway dan pertukaran ruter IP.

Sebuah sistem jaringan komputer hanya akan mengirim dan menerima data
dari perangkat keras yang tersambung didalamnya. Misalkan ada sebuah
jaringan terdiri dari host A, gateway X, gateway Y dan host B. Host A
dan gateway X membentuk network A, gateway X dan gateway Y membentuk
network B, sedangkan gateway Y dan host B membentuk network C. Paket
dari host A yang ditujukan ke host B, akan diteruskan melalui gateway X
dan gateway Y. Host A pertama kali mengirim paket ke gateway X, disini
gateway X dan host A merupakan sebuah network A. Gateway X meneruskan
paket data ke gateway Y melalui network B. Kemudian gateway Y
meneruskan paket data langsung ke host B melalui network C.

Host A tidak memiliki data gateway Y. Host A mengirim paket ke alamat
tujuan melalui network B dan C. Alamat network ini tercatat dalam tabel
ruting dalam gateway X. Sehngga walaupun host A tidak memiliki data
tentang gateway Y, data masih bisa terkirim ke host B melalui network B
dan C. Begitu pula yang dilakukan Host B akan mengirim paket ke gateway
Y agar oleh gateway bisa mengarahkan pengiriman data ke alamat tujuan
yang berada di network lain.

Bandung, 1 Juni 2004

Resources :

1. TCP/IP, Ono W. Purbo

2. TCP/IP, Craig Hunt

3. FAQ.ORG
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.mig33penajam.tk, www.rikie.co.cc
 
Pengenalan TCP/IP
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Pemeliharaan Alat Autoclave. Pengenalan Alat Autoclave

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
.: MIG33PENAJAM.TK :. :: INFORMATION AND COMMUNICATION TECNOLOGY (ICT) :: I--NETWORKING-
Navigasi: